Kecelakaan Bus Sriwijaya di Pagar Alam, YLKI Mendesak Perbaiki Uji Kir

0
27
Evakuasi kecelakaan bus PO Sri Wijaya.

Jakarta, SN.com – Menanggapi kecelakaan yang menimpa PO Bus Sri Wijaya di Pagar Alam Sumatera Selatan, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyampaikan duka yang mendalam atas kecelakaan tersebut, yang menewaskan 25 orang penumpangnya. YLKI menilai kejadian tersebut adalah tragedi disaat masyarakat merayakan libur panjangnya.

“YLKI mendesak kepolisian dan Kemenhub/Dishub setempat untuk segera mengusut penyebabnya. YLKI menduga dengan kuat penyebabnya adalah antara rem blong (technical factor) dan atau human factor, faktor manusia,” ujar Ketua YLKI Tulus Abadi, melalui siaran persnya, Selasa (24/12).

Leboh jauh Tulus, menjelaskan faktor manusia lazim menjadi penyebab utama kecelakaan bus umum, entah karena kelelahan, mengantuk, atau juga ngebut, ugal ugalan.

BACA JUGA  BNI Syariah Gelar Promo Kartu ATM Haji dan Umroh

“YLKI mendesak pemerintah untuk memperbaiki praktik uji kir. Selama ini praktir uji kir lebih banyak formalitasnya. Ada dugaan permainan patgulipat antara pemilik PO Bus, pengemudi, dengan oknum petugas dinas perhubungan. Akibatnya, banyak kendaraan umum yang sejatinya tidak laik jalan, tetapi tetap beroperasi di jalan raya, apalagi saat _peak session,” tegasnya.

Tulus menyampaikan, jika uji kir tak beranjak dari anomali semacam itu, sebaiknya uji kir diswastanisasi saja, diserahkan pada bengkel yang punya kompetensi dan disertifikasi. Pembiaran uji kir semacam itu hanya akan menjadikan “arisan nyawa” bagi penumpang angkutan/bus umum.

“Selain itu, harus ada sistem yang bisa memaksa agar pengemudi istirahat dalam mengemudi per 3-4 jam waktu mengemudi. Dengan era digital seperti sekarang, sangat mudah mengontrol dan memaksa pengemudi istirahat dalam menjalankan kendaraannya,” katanya.

BACA JUGA  Banten Diguncang Gempa 7,4 SR, Berpotensi Tsunami

“Sudah waktunya penumpang bus umum mendapatkan jaminan keamanan dan keselamatan saat menggunakan kendaraan umum. Negara bertanggungjawab untuk mewujudkan pelayanan bus umum yang selamat, aman dan nyaman. Bukan sebaliknya,” tegas Tulus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here