Mengenal Parakerja.co.id, Aplikasi Bagi yang Ingin Mengerti Disabilitas

0
166
Aplikasi parakerja.co.id saat diperkenalkan kepada awak media di Jakarta.

Jakarta, SN.com – Parakerja adalah platform kerja untuk disabilitas dari kota Batam, yang didirikan oleh empat orang co founder yang berpengalaman di bidang Pendidikan Disabilitas, yaitu Rezki Achayana selaku CEO serta aktivis disabilitas internasional, Yul Everi CMO berprofesi 18 tahun sebagai pendidik dan pemilik SLB di 4 kota di Indonesia, Eko Syaiful Arifin, CFO, yang berpengalaman di bidang startup dan management business serta Brian Sokhily Lase, CTO, sebagai expertise selama hampir lima belas tahun di bidang IT.

Didirikan pertama kali pada desember 2018, parakerja melakukan riset mendalam mengenai produk, market, kurikulum dan sebagainya selama hampir tujuh bulan dengan melakukan kelas bahasa isyarat dan vocational kurikulum di SLB-SLB dan komunitas di kepri.

Dari kegiatan tersebut parakerja selain menjadi juara 1 di event startup weekend batam juga mendapatkan penghargaan dari E27, sebagai 100 best startup di ASIA dalam acara Echelon Summit di singapura pada bulan mei 2019. Hingga pada september 2019 parakerja berhasil meraih pendanaan pertama dari indoproof holding dan Kapital Akar Nusantara yang juga memiliki lini bisnis dari kuliner, shipyard, fintech, Inkubator bisnis bernama BASE Inkubator hingga startup seperti Marlin Booking yang juga berasal dari batam.

BACA JUGA  Chatime Hadirkan Program dan Inovasi di Gerai ke 300 di Indonesia

Setelah pendanaan awal ini parakerja berfokus untuk segera membuat platform baik di website, Android hingga IOS, selain itu ada juga program unggulan yaitu digitalisasi SLB dimana parakerja memberikan infrastruktur digital class seperti komputer, projector, webcamp hingga pengajaran vocational untuk meningkatkan dan menemukan talent disabilitas yang siap disalurkan ke dunia kerja.

Tentunya dengan program ini parakerja meyakini bahwa literasi ke pengguna akan lebih mudah kerna belum ada perusahaan yang berfokus menggarap sektor pendidikan dan bahasa isyarat bagi penyandang disabilitas dan stakeholder non disabilitas seperti Guru SLB, Keluarga Penyandang Disabilitas hingga Professional dalam sebuah perusahaan.

Parakerja juga memiliki wahana showcase di dalam Ninos Edutaiment Park, wahana Edupark terbesar di sumatera untuk mengajarkan anak – anak tentang awarness mengenai disabilitas dan literasi bahasa isyarat untuk pengunjung yang datang ke wahana parakerja tersebut.

BACA JUGA  Kemenhub Gandeng ITS Bangun Kapal Mewah

“Ada 4 hal yang jadi fokus utama parakerja yaitu aksesbilitas, edukasi, kreatifitas dan pemberdayaan, Cuma untuk versi awal ini kami berfokus di bahasa isyarat karena merupakan hal paling pokok dalam hal kesetaraan antara penyandang disabilitas dan non disabiltas,” kata Rezki dalam suatu kesempatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here