Kapolres Lumajang : QNet Adalah Money Games

0
24
Tampilan Web Site QLearn

Lumajang, SN.com – Nada sumbang tentang QNet kembali menyeruak. Kali ini terjadi di wilayah Lumajang Jawa Timur. Jika mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2019, dalam sistem penjualan langsung, Jasa dilarang untuk diperdagangkan. Tapi saat ini QNet sedang gencar menawarkan jasa pendidikan QLearn di surabaya dan kota-kora besar lainnya. Bahkan di website www.QNet.net milik Qnet, bukan hanya jasa pendidikan QLearn yang di tawarkan, tapi juga ada Quest International University dan IDSEI. Selain itu ada juga Jasa liburan (Holidays) yang ditawarkan yaitu qvi tripsavr dan qvi club.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MH, MM, menjelaskan perihal Bisnis jasa yang dipasarkan perusahaan QNet, pihaknya menilai QNet merupakan bisnis money games. Hal ini dinilainya dari track record perusahaan yang tidak baik.

BACA JUGA  Pemprov DKI Jakarta per Mei 2019 Mulai Renovasi JPO Jembatan Daan Mogot

“Saya yakin semua bisnis yang ditawarkan oleh QNet adalah money games. Track record perusahaan QNet yang sangat jelek, mereka dengan mudah mengganti website dan juga nama perusahaannya. Awalnya bernama Goldquest, saat bermasalah berubah menjadi questnet dan saat bermasalah lagi berubah menjadi QNet,” ujarnya dalam release yang diterima redaksi SN.com.

Lebih jauh, Kapolres memaparkan, perusahaan QNet di bawah bendera Qi group yang dijalankan dari kantor Qi di petaling jaya malaysia, di mana untuk di Indonesia perusahaan tersebut mendirikan perusahaan boneka bernama PT. QN International Indonesia. Tetapi, semua traksaksinya langsung ke website qnet.net yang berada di Hongkong.

“Saat QNet kami pidanakan karena menjalankan sistem skema piramida, penipuan dan menjual produk kesehatan yang tidak memiliki ijin edar, sekarang mereka memperdagangkan jasa pendidikan dan jasa liburan. Padahal Jasa dilarang dipasarkan melalui penjualan langsung sesuai dengan Permendag tentang distribusi barang secara langsung. Pada Pasal 29 berbunyi Barang yang termasuk produk komoditi berjangka sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan/atau Jasa dilarang dipasarkan melalui sistem Penjualan Langsung,” paparnya.

BACA JUGA  Cara CCAI Rayakan Kemerdekaan Bersama Karyawan

“Jika mengacu kepada peraturan tersebut, tentunya perusahaan Qnet kembali melakukan pelanggaran karena memasarkan jasa dengan sistem penjualan langsung,” pungkasnya.

Perlu diketahui bahwa perusahaan QNet di Indonesia di jalankan oleh PT. QN International Indonesia yang berkantor di Jakarta yang beberapa waktu lalu telah di geledah dan di Police Line oleh Tim Cobra Polres Lumajang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here