Tahun 2020 SMA Swasta di Jatim Dapat Kucuran Bantuan Pendidikan

0
174
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Surabaya, SN.com – Masyarakat pendidikan Menengah Tingkat Atas di Jawa Timur (Jatim) patut berbahagia. Pasalnya, di tahun 2020 mendatang, Pemerintah Provinsi Jatim akan mengucurkan Dana Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) untuk SMA-SMK swasta di Jawa Timur, di mana untuk alokasi anggaran tersebut sedang digodok bersama dengan Pemprov Jatim dan legislatif.

“Insyaallah tahun ajaran baru, Juli 2020. Sekarang sedang menunggu proses pembahasan serta besaran alokasi anggarannya dengan DPRD Jatim,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, di Surabaya, Senin, 23 September 2019.

Khofifah mengatakan BPOPP ialah salah program Pendidikan Gratis Berkualitas (TisTas). Dana BPOPP merupakan bantuan dari Pemprov untuk subsidi SPP bagi SMA/SMK di Jatim.

BACA JUGA  Siswa MAN 1 Bukittinggi Ukir Prestasi di Ajang Ayimun

Untuk tahap pertama, program mulai direalisasikan di SMA dan SMK negeri. Sementara untuk SMA dan SMK swasta akan dimulai tahun berikutnya.

“Pemprov insyaallah juga akan memberikan subsidi SPP bagi Madrasah Aliyah (MA) swasta supaya bisa menikmati keringanan biaya sekolah,” kata dia.

Program Pendidikan TisTas di Jawa Timur merupakan program prioritas Pemprov Jawa Timur yang juga menjadi salah satu janji kampanye Gubernur Khofifah dan Wakil Gubernur Emil Dardak.

Selain bantuan SPP gratis bagi SMA/SMK negeri dan swasta, lanjut Khofifah, Pemprov Jatim juga akan mendirikan SMK Pengampu, yang menyiapkan bengkel atau laboratorium bagi SMK yang punya jurusan serumpun. Serta, pemberian tunjangan untuk seluruh guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) di bawah naungan Pemprov Jatim.

BACA JUGA  Tiga Siswa MAN 2 Mataram Siap Berkompetisi di Australia

“Kami berharap, dengan program pendidikan gratis dan berkualitas di Jatim ini, bisa meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jatim, yang kini masih peringkat 15 nasional,” kata Khofifah.

Dalam pelaksanaan program TisTas, Khofifah mengaku akan terus melakukan penyisiran, di kampung-kampung pelosok di daerah di Jatim. Semata-mata agar anak-anak di Jatim bisa menempuh pendidikan.

“Untuk mendorong jika ada anak usia sekolah yang belum mendapatkan bangku sekolah, kita ajak untuk melanjutkan pendidikan yang kini sudah gratis,” pungkasnya.
Sumber : Medcom

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here