IAIN Pontianak Kemas Orientasi Akademik Dengan Cara Berbeda

0
28
IAIN Pontianak dalam Orientasi Budaya Akademik Tahun 2019.

Pontianak, SN.com – Sebanyak 1.785 mahasiswa baru diharuskan “berkemah”, menginap di kampus selama PBAK. Hal ini dilakukan dalam program pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) IAIN Pontianak tahun 2019.

Rektor IAIN Pontianak, Syarif mengatakan, mahasiswa baru berkemah di kampus selama PBAK, dalam rangka mengoptimalkan proses pengenalan budaya akademik dan kemahasiswaan. “Diharapkan mahasiswa baru IAIN Pontianak mendapatkan bekal yang memadai dalam berkiprah di kampus dan menjadi garda terdepan penyebar Islam moderat dan penjaga gawang NKRI,” ujarnya di Pontianak, Selasa (27/08).

Dengan diinapkan, lanjut Syarif, panitia memiliki waktu yang cukup dan efektif untuk memberikan informasi tentang moderasi beragama, wawasan kebangsaan, dan dapat menggembleng mental dan spiritualitas mahasiswa baru.

BACA JUGA  Mahasiswa KKN 49 UMM Malang Olah Limbah Plastik Menjadi Paving Block

“Jika pun dipersepsikan PBAK IAIN Pontianak sebagai pesantren kilat, tidaklah keliru, karena banyak agenda yang bernuansa keagamaan, seperti sholat fardu berjamaah, tahajud, dan sebagainya,” kata Mantan Wakil Rektor II ini.

Mewakili Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendis, Kasi Pengembangan Profesi PTKIN Muhammad Aziz Hakim mengapresiasi kreasi yang dibuat IAIN Pontianak dalam penyelenggaraan PBAK. “Sistem kemah atau inap ketika PBAK barangkali satu-satunya dan pertama kali diselenggarakan oleh PTKIN se-Indonesia,” katanya.

Aziz Hakim berharap PBAK menjadi momentum mahasiswa baru untuk memikul tanggung jawab baru, yakni tanggung jawab sosial. Menurutnya, mahasiswa harus memiliki rasa tanggung jawab sosial, tak hanya tanggung jawab individual. “Dalam arti, mahasiswa harus ditempa untuk memiliki kepekaan sosial dalam rangka memperjuangkan nasib rakyat kecil,” tegas Mantan Presiden Mahasiswa IAIN Walisongo.

BACA JUGA  20 Tim PB UBL Terima Penghargaan

Alumnus Universitas Indonesia ini lalu memaparkan tantangan mahasiswa saat ini. Selain persaingan kualitas di dunia global, radikalisme dan intoleransi dalam kehidupan berbangsa juga menjadi tantangan yang harua direspon dengan tepat. Karenanya, mahasiswa harus belajar menggali ilmu agama agar menjadi pencerah bagi umat.

“Anda harus jadi pribadi yang mencintai Islam sekaligus mencintai Indonesia”, tegasnya.

PBAK IAIN Pontianak beralangsung dari 26-29 Agustus 2019. Hadir dalam pembukaan, para Wakil Rektor, Dekan, Direktur Pasca, dan seluruh pejabat struktural IAIN Pontianak. Pengurus SEMA dan DEMA juga ikut ambil bagian dalam ritus penyambutan mahasiswa di kalangan PTKI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here