Bahas Potensi Kelautan Indonesia-Malaysia, Rokhmin Dahuri Diundang Khusus Oleh UM Terengganu

0
76
Vice Chancellor University Malaysia Terengganu, Prof. Dato. Dr. Nor Aieni binti Haji Mokhtar, memberikan kenang-kenangan sebuah buku kepada Prof. Rochmin Dahuri. (Istimewa)

Malaysia, SN.com – Prof. Rokhmin Dahuri, secara khusus diundang University Malaysia Terengganu, dalam pembicaraan pembahasan potensi Kelautan dan perikanan antara Indonesia dan Malaysia. Rokhmin, yang juga guru besar fakultas perikanan dan ilmu kelautan IPB, dalam kesempatan ini membahasa secara khusus bagaiamana pemanfaatan potensi kelautan kedua negara secara maksimal pada Selasa (20/8/2019).

Wadah pembicaraan dikatakan tepat, di mana dalam kelembagaan pendidikan University Malaysia Terengganu memiliki konsentrasi di bidang Kelautan, Pesisir dan pengelolaan sumber daya laut. Terletak di tepi Laut China Selatan, University Malaysia Terengganu layaknya think tank bagi Malaysia dalam perkara Kelautan dan Sumber Daya Laut.

Vice Chancellor University Malaysia Terengganu, Prof. Dato. Dr. Nor Aieni binti Haji Mokhtar berharap kegiatan bersama Prof. Rokhmin, dapat menjadi inisiasi kedua belah pihak untuk saling belajar dan bekerjasama demi kemajuan kedua negara dalam memanfaatkan potensi sumber daya kelautan.

BACA JUGA  Kemendikbud Sediakan Gedung Baru Untuk Siswa Indonesia di Jeddah

”Kedua negara, baik Indonesia dan Malaysia adalah dua saudara yang saling belajar dan bekerjasama demi kemajuan bersama. University Malaysia Terengganu mengundang Prof. Rokhmin Dahuri, untuk berdiskusi secata intens mengenali dan menggali potensi kelautan di kedua negara. Kampus ini memiliki semboyan Ocean of Discoveries for Global Sustainability, Merentasib dan Menemukan Sumber Daya Kelautan untuk Kesejahteraan Global,” ujarnya.

Sementara itu dalam paparannya, Rokhmin mengatakan, bahwa potensi kelautan memiliki kekuatan besar menjadi tulang punggung kesejahteraan dan sumber kehidupan bagi masyarakat global.

Prof. Rokhmin Dahuri, saat menjadi pembicara di University Malaysia Terengganu.

“Diharapkan dari pertemuan dan diskusi ilmiah ini lahir sebuah perhatian bersama antara Malaysia dan Indonesia tentang agenda-agenda di bidang kelautan dan juga perikanan,” ujar mantan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut.

Dalam pertemuan dan diskusi tersebut, lanjut Rokhmin yang juga ketua Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI), turut disinggung peristiwa-peristiwa illegal fishing atau penangkapan ikan secara illegal baik di Indonesia dan Malaysia.

BACA JUGA  Penerima Beasiswa Orange Tulip Diharap Pelajari Soft Skill

“Diakui bahwa penangkapan-penangkapan para nelayan ini kadang menjadi komoditas politik, terlebih peristiwa tersebut banyak terjadi di wilayah grey area, tempat dan perbatasan yang masih memiliki dispute antara Indonesia dan Malaysia,” ungkapnya.

Sekitar 30 orang profesor dan doktor di bidang kelautan dan kepulauan dari Malaysia. Ditambah lagi sekitar 43 mahasiswa Indonesia yang belajar di University Malaysia Terangganu dan 11 intelektual Indonesia yang mengajar dan menjadi dosen, turut serta dalam pembahasan Forum Group Discussion tersebut.

Rokhmin berharap pertemuan dan FGD membuka peluang beasiswa bagi pelajar-pelajar Indonesia yang ingin mendalami ilmu-ilmu kelautan dan perikanan di Malaysia. “Indonesia harus menjadi saudara baik bagi Malaysia. Begitu juga Malaysia bagi Indonesia,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here