Mahasiswa Undip Beri Penyuluhan Pemanfaatan Limbah ‘RT’

0
92
Mahasiswa Universitas DIponegoro, saat memberikan edukasi tentang pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik. (Istimewa)

Semarang, SN.com – Mhasiswa sebagai generasi penerus bangsa tentunya diharapkan menjadi motor penggerak dalam melakukan perubahan. Inovasi perlu dilakukan dalam upaya memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga lingkungan dengan memanfaatkan sampah menjadi hal yang bermanfaat, seperti yang dilakukan oleh Mahasiswa Universitas Diponegoro, dengan mengajak masyarakat memanfaatkan limbah Rumah Tangga (RT), menjadi pupuk organik.

Penggunaan pupuk anorganik karena sifatnya mudah didapat dan harganya murah, menjadi pilihan masyarakat, padahal sesungguhnya pupuk jenis tersebut berbahaya bagi lingkungan. Demikian yang diungkapkan oleh Khanif Ulil Albab, Mahasiswa Undip saat memberikan Penyuluhan Program IDBU dengan Ketua Pelaksana, Ir. Bambang Sulistiyanto, M.Agr.Sc, Ph.D di Desa Undaan Tengah, Semarang, Sabtu (10/8).

“Oleh karena itu, sebaiknya pupuk yang digunakan pupuk yang berasal dari makhluk hidup atau pupuk organic. Salah satu pupuk organic yang mudah dibuat dan dapat mengurangi sampah terutama limbah rumah tangga yaitu MOL (mikroorganisme lokal),” ujarnya.

BACA JUGA  Cara LSPR Bekasi Syukuran Untuk Pemimpin Bekasi

Lebih lanjut Ulil mengatakan, tujuan dari kegiatan tersebut yakni untuk menambah pengetahuan ibu rumah tangga dalam mengelola limbah rumah tangga dengan cara membuat MOL sebagai agen penyubur tanah.

Ulil menjelaskan, ada beberapa materi yang digunakan untuk mebuat MOL dari sisa sayur dan buah yakni, Sayur sisa 1 kg, buah sisa atau buah busuk 1 kg, air cucian beras 2 liter, bekatul ½ kg dan gula merah 100 gram.

“Metodenya ialah, sayur dan buah-buahan sisa dipotong menjadi ukuran kecil-kecil, tambahkan bekatul dan gula merah yang sudah dilarutkan di air cucian beras, masukkan seluruh bahan-bahan kedalam drigen, tutup rapat dirigen dan beri lubang untuk memasukkan selang kecil di hubungkan ke dalam botol yang berisi air. Biarkan selama 2 minggu. Setelah 2 minggu saring air dan siap digunakan,” paparnya.

BACA JUGA  Dies Natalis SIL dan SKSG UI ke-3, Bukti Sekolah Dibutuhkan Masyarakat

Ia berharap, dengan adanya sosialisasi ini dapat bermanfaat untuk mengurangi limbah rumah tangga yang ada di Desa Undaan Tengah.

“Semoga ibu-ibu PKK yang ada didesa Undaan Tengah dapat memanfaatkan limbah organik terutama limbah rumah tangga menjadi pupuk organik yang berupa MOL yang bermanfaat sebagai agen penyubur tanah,” harapnya.

Sementara itu, salah satu anggota PKK Desa Undaan Tengah, Ny. Ulfa sangat mengapresiasi sosialisasi tersebut dan bermanfaat untuk ibu-ibu PKK di desanya.

“Bagus, dapat mengurangi limbah. Jika dapat diterapkan bagus untuk lingkungan. Untuk tanaman bisa subur. Salut !!!. dan juga dapat mengolah yang buruk menjadi bermanfaat,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here