Listrik Padam KKI Akan Ajukan Gugatan

0
73
Ilustrasi pemadaman listrik (Foto by Pixabay)

Jakarta, SN.com – Padamnya listrik secara massal yang terjadi lebih dari delapan jam di beberapa daerah berbuntut panjang. Pasalnya, Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) berencana akan mengajukan gugatan.

Hal tersebut disampaikan oelh Ketua KKI David ML Tobing, yang menyatakan pihaknya mewakili aduan konsumen yang dirugikan. Menurutnya, gugatan rencananya akan diajukan pada pekan ini.

“Jadi, masyarakat bisa menuntut ganti rugi melebihi dari yang diatur sepihak dari PLN,” kata David saat konferensi pers di Kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (5/8).

Sebelumnya, PLN memperkirakan kemungkinan besar nilai kompensasi yang harus dibayarkan perusahaan setrum tersebut kepada pelanggan akibat gangguan listrik yang melanda sejumlah daerah di Jawa pada Minggu (4/8) dan Senin (5/8) ini akan mencapai Rp1 triliun untuk 21 juta pelanggan.

BACA JUGA  Serai Wangi Komoditi Hebat yang Patut Dikembangkan

David mengaku setidaknya telah menerima 15 aduan konsumen yang mengalami kerugian. Dari jumlah itu, ada pengaduan kerugian terkait matinya Ikan Koi. Dia menegaskan hal tersebut tidak sebaiknya dianggap sepele.

“Contoh, KKI menerima 15 konsumen yang rugi karena ikan Koi mati. Dari jumlahnya ada yang tiga, satu, tapi umur Koi-nya 13 tahun itu dan beratnya 8 kilogram, dan ada yang jumlah Koinya sampai 50. Ini tentu menjadi sorotan, jangan dianggap sepele,” kata David, dilansir dari CNNindonesia.

Ia menambahkan, ganti rugi PLN saat ini hanya seputar masalah pemberian kompensasi tingkat mutu pelayanan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 27 Tahun 2017.

Menurut David ganti rugi terhadap konsumen itu seharusnya juga mencakup hal materil dan imateril. Oleh karena itu, dia memandang PLN tidak seharusnya secara sepihak mengatur jumlah ganti rugi.

BACA JUGA  TNI dan HING Gelar Latihan Keamanan Cyber

“Misal 20 persen, 10 persen, dari tagihan listrik ke depan. Karena kerugian konsumen tidak hanya di sana,” ujarnya.

Selain mengajukan gugatan, David mengaku juga sudah menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membentuk Komisi Pemberian Ganti Rugi imbas dari pemadaman listrik yang berlangsung sejak Minggu (4/8).

David menjelaskan, pembentukan komisi itu adalah untuk menerima pengaduan dan merumuskan ganti rugi apa yang akan diberikan kepada konsumen yakni masyarakat Indonesia.

“Jadi, sebaiknya daripada digugat [class action] bentuklah panitia itu yang tugasnya nanti akan menghitung kerugian masyarakat/konsumen baik ditentukan secara massal dan juga menerima pengaduan konsumen-konsumen yang memang mempunyai kerugian lain,” ujar David

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here