Pesan Positif di Festival Betawi Rawajati

0
68
Pesan Positif di Festival Betawi Rawajati

Jakarta, SN.com – Asosiasi Silat Tradisi Betawi Indonesia (Astrabi) bekerjasama dengan Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) menggelar Festival Rawajati 2 di Lapangan Belalang, Kalibata, Jakarta Selatan.

Dengan mengakat tema ‘Menggugah Kepedulian Masyarakat Akan Seni dan Budaya Betawi’, event ini diharapkan menjadi agenda tahunan dengan tujuan untuk melestarikan budaya Betawi ditengah gempuran budaya asing ke Indonesia khususnya Jakarta.

“Saya berharap malah seterusnya,” kata Ketua Umum Astrabi, Anwar Al Batawi kepada awak media, Minggu (28/7/2019).

Event yang bermula dari inisiatif masyarakat dan tokoh Betawi ini membuat Astrabi untuk ikut andil dalam melestarikan kebudayaan Betawi itu.

“Saat itu temen-temen disini melakukan kegiatan ini secara swadaya urunan dari tokoh-tokoh masyarakat yang ada lalu Astrabi terlibat,” ujarnya.

BACA JUGA  Belajar Kesederhanaan Dari Suku Badui

Dengan melihat peluang yang ada, Astrabi berinisiatif membuat event yang dapat dinikmati oleh masyarakat juga mengenalkan kebudayaan Betawi khususnya silat.

“Maka dari hari kemarin kita gelar semua pagelaran berbau budaya Betawi dan hari ini kita tutup dengan festival silat betawi. Tujuannya apa? biar masyarakat juga tau betawi punya aliran silat yang besar,” ungkapnya.

Sebagai orang Betawi, Anwar merasa bangga bahwa ternyata aliran silat nusantara yang begitu banyak setengahnya berasal dari Ibu Kota.

BACA JUGA  Batik Angklung Mahakarya Dari Bogor

“Dari salah satu buku yang saya baca hampir 600 lebih aliran silat, 300 itu ada di Jakarta. Maka, saya orang Betawi dan temen-temen tu bangga, kebanggaan itu bukan kita untuk menyombongkan diri tapi kita buat sebuah kegiatan-kegiatan yang akhirnya mengangkat budaya Betawi itu menjadi lebih dikenal orang,” tuturnya.

Menurutnya, Astrabi hanyalah objek untuk mengumpulkan para Abang guru dan Mpok guru untuk lebih meningkatkan kualitas hidup dengan pelatihan dan training. “(Guru) Betawi itu gak ada tuh yang dibayar, jadi mereka melatih setiap malam selepas isya gak ada yang dibayar,” ujarnya.

“Nah sekarang, saya merubah itu bahwa ketika ilmu kita berikan harus ada take and give-nya yang jelas, maka akan terjadi peningkatan kualitas hidup para pelatih silat,” tandasnya.

Astrabi memberikan pelatihan-pelatihan bagi guru silat Betawi dalam rangka memanajement persilatannya lebih baik kedepannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here