Inovasi SMK Dewi Sartika Latih Siswa Berwirausaha

0
219
Kepala Program MM Lius Kartika Candra, bersama dengan murid-murid SMK Dewi Sartika Jakarta Timur.

Jakarta, SN.com – Dalam meningkatkan kemampuan berwirausaha, SMK Dewi Sartika Jakarta Timur, memberikan pelatihan bagi para siswanya dengan menggelar Program Sekolah Pecetak Wirausaha (SPW), yang diaplikasikan melalui kegiatan bazar.

Sebagai sekolah pencetak calon pengusaha tangguh, kreatif dan inovatif, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tentunya harus melakukan kreasi dan inovasi bagi para murid dalam masa pembelajaran demi memberikan pelatihan agar siap saat menyelesaikan pendidikan.

Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Sekolah Desa Gilang Gerrialga, Desa memiliki BMW. Dengan program yang ada di Kementrian Pendidikan, Desa melakukan inovasi-inovasj salah satunya menyelenggarakan bazar untuk memberikan pembelajaran berwirausaha bagi para siswa.

“Program Sekolah Pecetak Wirausaha (SPW) dimana program ini merupakan program sarjana Kementerian Pendidikan. Saya berharap bahwa visi Desa yakni BMW dapat tercapai. Kepanjangan dari BMW adalah untuk B bagaimana anak bisa bekerja. M kepanjangan Melanjutkan artinya bagaimana anak bisa akuliah dan terakhir W, bisa berwirausaha. Harapannya dengan visi ini, para siswa bisa menjadi juragan dan wirausaha yang sukses,” harapnya, saat bazar sekolah di lingkungan Sekolah Desa, beberapa waktu lalu.

Presiden Joko Widodo, pernah mengatakan, lanjut Gilang, pengangguran di Indonesia didominasi oleh lulusan SMK. Melalui kegiatan-kegiatan berwirausaha, tentu ini memberikan kemampuan kepada siswa untuk mengenal dan memahami dunia usaha.

BACA JUGA  Juni Hingga Agustus Pemerintah Buka Banyak Lowongan Beasiswa

“Dengan UMKM Desa sangat bersinergi. Tidak ada perbedaan dengan para UMKM, namun Desa memiliki agenda setiap satu bulan membuat bazar yang diperuntukkan bagi para murid,” katanya.

Kepsek Desa mengatakan, dalam kegiatan bazar Desa mengeluarkan mata uang khusus untuk sistem pembayaran, menjadi hal menarik yang berasal dari limbah tutup botol yang bisa memiliki nilai.

“Siapapun yang ingin melakukan transaksi harus menggunakan koin khusus. Koin ini ada tiga pecahan, Rp1000,- Rp2000,- dan Rp5000,- ini sebagai pecahan nominal dari harga-harga yang ada. Koin ini juga memberikan pembelajaran kejujuran, dimana dalam setiap transaksi biasanya banyak yang tidak ingin ribet,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Program MM Lius Kartika Candra, mengatakan SPW yang merupakan program pemerintah, Desa menjadi salah satu sekolah yang masuk dalam program tersebut.

“Dalam gebrakan baru program ini, kami mengeluarkan alat pembayaran khusus berupa koin untuk pameran bazar. Para pembeli yang ingin melakukan transaksi di bazar kami cukup menukarkan uang nasional dengan koin kami,” ungkapnya.

BACA JUGA  10 Cara Menumbuhkan Minat Baca Ala Kemendikbud

Terkait agenda tahunan Candra menerangkan, program bazar akan digelar dengan agenda satu bulan dua kali. Desa mencoba melakukan pameran di luar lingkungan sekolah yang selama ini Desa hanya melakukan pameran berasal dari undangan-undangan pihak sekolah lain.

“Kita coba melakukan kegiatan di luar sekolah, yang selanjutnya mencoba di area umum. Jadi masyarakat bisa melihat eksistensi SMK,” imbuhnya.

Kegiatan SPW SMK Desa dibuka secara langsung oleh Pengawas SMK Dinas Pendidikan Drs. H. Ismail, dengan pengguntingan pita, yang didampingi oleh Kepala Sekolah Desa dan guru.

“Pertama kita mengharapkan lulusan SMK bukan hanya bekerja tetapi siap untuk beriwirausaha. Selain itu, masyarakat juga dapat mendukung dengan membeli produk yang dihasilkan oleh para murid. Kita berharap untuk pemerintah bisa membuka peluang usaha bagi para SMK dan SMA. Karena banyak dari lulusan tersebut bingung mau kemana. Jika ada pemerintah ada bantuan khusus dengan membuka pameran khusus hasil dari produk siswa itu akan lebih bagus sekali,” pungkas Candra.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here