20 Tim PB UBL Terima Penghargaan

0
54
Tim PB Univ. Budi Luhur, saat melakukan pelatihan pertolongan kepada korban bencana alam.

Jakarta, Stemlannews.com – Tim Penanggulangan Bencana Universitas Budi Luhur (UBL) menerima sertifikat penghargaan dari Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Kasih Hanggoro, 12 Juli 2019 lalu, bertempat di Doktorandus Koffie, UBL.

Sedikitnya 20 penerima penghargaan yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan karyawan UBL yang telah mengikuti pelatihan pada 12 – 14 April 2019 lalu, begitu antusias dan bangga dalam menerima penghargaan tersebut.

Bukan tanpa sebab, Tim Penanggulangan Bencana ini dipersiapkan untuk membantu mahasiswa di dalam maupun masyarakat di luar kampus yang mengalami keadaan darurat dan membutuhkan bantuan. Sebelumnya tim ini sudah aktif dan terjun ke lapangan memberikan bantuan pada peristiwa bencana alam Banten dan Palu.

Dalam acara penyerahan sertifikat, Kasih Hanggoro mengatakan pelatihan ini sangat penting untuk diberikan kepada tim untuk lebih siap terjun ke kondisi-kondisi darurat.

BACA JUGA  IAIN Pontianak Kemas Orientasi Akademik Dengan Cara Berbeda

“Bencana tidak pernah habis dari pandangan kita dari bencana kecil hingga besar,” ujar Kasih, dalam siaran persnya yang diterima akuratnews.com.

PLT. Rektor Universitas Budi Luhur Dr. Wendi Usino mengatakan, Universitas Budi Luhur sangat siap dan sudah sering berkolaborasi dengan instansi lain.

“UBL sudah sering berkolaborasi untuk membantu sesama masyarakat karena hal tersebut juga merupakan tugas PTS dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi,” imbuhnya.

Pernyataan Dr. Wendi Usino ini disampaikan berdasarkan track record UBL yang merupakan koordinator Perguruan Tinggi Swasta lain yang tergabung dalam Lembaga Layanan Dikti 3 dalam tim penanggulangan bencana Palu dan Banten.

“Universitas Budi Luhur juga siap memanfaatkan hibah yang ada untuk penanggulangan bencana alam darurat”, lanjutnya.

BACA JUGA  Perguruan Tinggi Harus Memanfaatkan CIO Dalam Era Digital

Sementara itu, Novian Akbar, selaku pelatih Tim Pelatih Penanggulangan Bencana UBL mengatakan sangat senang dan bangga atas tanggapan dari kampus, dan juga UBL menjadi PTS di Jakarta pertama yang menjadi pionir penanggulangan bencana. Salah satu mahasiswa Universitas Budi Luhur yang menjadi peserta pelatihan, Aldi Pratama, sangat senang dengan adanya program ini karena mendapat ilmu tambahan dan pelatihan berbagai kasus.

“Saya berharap banyak mahasiswa lain dapat mengikuti pelatihan seperti yang saya dapatkan. Sehingga, mahasiswa Budi Luhur selalu siap membantu masyarkat yang menghadapi kondisi darurat,” harapnya.

Selanjutnya Universitas Budi Luhur akan memasukkan pelatihan seperti ini sebagai bagian mata kuliah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here