Serai Wangi Komoditi Hebat yang Patut Dikembangkan

0
141
Perkebunan Serai Wangi di salah satu wilayah di tanah air. Potensi serai wangi yang memiliki potensi cukup besar, perlu dilakukan dukungan secara maksimal.

Jakarta, Stemlannews.com – Serai wangi menjadi salah satu komiditi unggulan bagi masyarakat di wilayah Subang Jawa Barat. Komiditi yang masuk dalam golongan tanaman rumput-rumputan ini menjadi salah satu komoditi unggulan karena sifatnya yang cocok untuk segala medan atau alam. Terlebih potensi pasar bagi serai wangi, masih cukup luas. Sehingga, bagi daerah yang memiliki kontur tanah yang kurang baik bagi bebrapa tanaman, serai wangi bisa menjadi pilihan tepat.

Pelaku Pertanian Serai Wangi H. Asep Kernia Mochtar, mengungkapkan bagaimana serai wangi merupakan salah satu komoditi yang sifatnya tumbuh dimanapun, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Dengan harapan usaha ini dikembangkan dapat meningkatkan ekonomi rakyat kecil,  sehingga serai wangi bisa membantu dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan.

BACA JUGA  30 Tagana Diterjunkan di Tangkuban Perahu

“Peluangnya masih terbuka lebar. Pasalnya kita baru bisa memenuhi kebutuhan tingkat dunia 0,8%. Dari angka tersebut sudah dapat diketahui bagaimana kebutuhan tingkat dunia masih ada sekitar 99,2% yang belum terpenuhi. Sehingga kita kembangkan secara bersama dan secara massal dapat ditumbuhkan secara massal maka kebutuhan bisa meningkat,” katanya.

Sementara itu Ketua Umum KUP Suta Nusantara Dadung Hari Setyo, menjelaskan serai wangi merupakan tanaman yang akrab dengan masyarakat dan tidak membutuhkan skill yang rumit. Sehingga masyarakat bisa melakukan budi daya dari tanaman yang tergolong dalam sejenis rumputan. Serai wangi dinilai dapat bertahan hidup disegala tempat.

“Dalam dua tahun ini sudah mencapai di atas 10rb Ha untuk budi daya serai wangi. Untuk produksi penyulingan kita konsentrasi di Subang termasuk packing yang menghasilkan 15 produk turunan.Ini sudah berjalan bagus walaupun dengan pabrik yang sederhana,” ujar pria yang akrab dipanggil Masda.

BACA JUGA  Ketika Generasi Milenial Kurang Tertarik Dunia Pertanian

Tokoh NTT Setu Alberto Emanuel, mengatakan kalau dilihat serai wangi produk tanaman yang clear terhadap resiko. Menurutnya NTT perlu perhitungan matang jika ingin menanam produk pertanian.  Jika salah memilih akan fatal, karena di sana cukup banyak belalang.

“Kita sudah merasa mantab dalam bisnis ini. Sebelum melangkah kami perlu masukan untuk mengambil keputusan yang tepat dengan resikonya. Minimal resiko apa yang akan kita hadapi. Secara ekonomi dan teknis kita sudah tahu,” katanya, menjawab kerjasama dengan Suta Nusantara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here