UKM Semanan Jakarta, Rengkuh Bisnis di Kota Metropolis

0
54
UKM Semanan 3-Kuncoro Widyo Rumpoko

Jakarta, Stemlannews.com – DKI Jakarta juga, Kota Metropolis yang menyimpan beribu cerita bagi warganya. Di Pemukiman Industri Kecil Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, menempati area sekitar 10 hektar, kawasan usaha kecil menengah (UKM) ini menjadi yang terluas di ibukota.

Ada sekitar 1.000 pengusaha UKM di PIK Semanan. Kawasan yang juga sering disebut Kampung Semanan ini resmi dibuka sebagai kawasan UKM 26 Februari1992. Saat itu, baru ada sekitar 679 perajin tempe di sana, yang terdiri dari orang-orang dari penggusuran pembangunan jembatan atau normalisasi sungai. Memang, sebelumnya mereka hidup di lokasi-lokasi kumuh pinggiran Jakarta. Sebagian besar berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah.

Pemerintah  memberi izin penggunaan tanah kosong tersebut, dengan  kompensasi, para perajin membeli tanah dengan harga Rp 10.500 per meter persegi.

Selain itu, lantaran akan dijadikan kawasan industri, perajin juga harus membangun  tempat pengolahan limbah, tempat pembuangan sambah, membuat saluran air dan tetep menyediakan lahan kosong untuk taman dan fasilitas pendukung lainnya.

Kurang lebih ada sekitar 500 pengrajin tempe lainnya yang mendapat hibah tanah dan bangunan yang dijadikan pabrik.

Hampir semua lidah masyarakat Indonesia pasti pernah dimampiri makanan berbahan dasar kacang kedelai ini. Meski dua penganan itu menjadi menu wajib di meja makan setiap rumah orang Indonesia, sedikit yang tahu bagaimana tempe merasuki sejarah kuliner nusantara.

Kata tempe pernah muncul di dalam Serat Centhini yang berlatar belakang budaya Jawa. Di dalam salah satu bab dalam serat legendaris ini ditemukan kata “tempe”, misalnya, dengan penyebutan nama hidangan “jae santen tempe” yang artinya sejenis makanan berbumbu jahe dengan bahan baku kedelai.

Hidangan lain di Serat Centhini, yakni “kadhele tempe srundengan” yang merupakan olahan kelapa parut dengan tambahan kedelai.

Catatan itu menunjukkan awal mulanya tempe kemungkinan besar diproduksi masyarakat perdesaan di Jawa Tengah dari kedelai hitam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here