Kepincut Sengon dan Cabai, Safina Berkesempatan ke Amerika

0
74
Safina Amelia Khansa siswi MTsN 2 Kota Kediri (foto istimewa)

Profile, Stemlannews.com – Daun sengon dan cabai membuat kepincut gadis belia ini sejak lama. Berawal dari sang Kakek dan Neneknya, mendayagunakan daun yang selama ini hanya menjadi sampah, untuk digunakan mempercepat mematangkan buah pisang, timbul keinginan gadis Mts ini melakukan penelitian kedua produk tanaman tersebut.

Pemilik nama lengkap Safina Amelia Khansa siswi MTsN 2 Kota Kediri ini banyak mendapat manfaat dari Daun Sengon dan Cabai, melalui penelitiannya.

“Mereka (kakek dan nenek) menggunakan Daun Sengon dan Daun Cabai sebagai pengganti karbit untuk mempercepat pematangan buah pisang,” kenang Safina, dikutip dari laman Kemenag.

“Nah, dari situ saya cari informasi dari berbagai jurnal. Dan ternyata belum ada yang melakukan penelitian itu. Dan dari situ saya mencoba melakukan penelitian terhadap ini secara ilmiah,” lanjutnya.

BACA JUGA  Zonasi, Zona Siswa Pintar?

Tak sia-sia apa yang dilakukan gadis ini. Pasalnya, penelitiannya diganjar penghargaan dalam Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) yang digelar  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2018. Safina menjadi salah satu dari 14 finalis Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke-50 yang diselenggarakan LIPI. Dari bidang ilmu pengetahuan hayati, Safina satu-satunya dari kategori MTs/SMP atau sederajat.

Atas capaian ini, Safina Amelia Khansa diberi kesempatan berangkat ke Arizona Amerika. Sepekan di Arizona, 12 – 19 Mei 2019, Safina mengikuti Broadcom Master International Program di Phoenix Arizona Amerika Serikat.

“Dulu saya bercita-cita menjadi polisi, tapi setelah saya mengenal dunia sains di Amerika, saya kepingin jadi saintis saja di sana. Mengembangkan penelitian di sana dan pokoknya saya harus ke luar negeri kalau kuliah,” ujar Safina.

BACA JUGA  Kiat Farhan Raih Nilai Sempurna

Safina mengaku mendapatkan pengalaman yang tidak mungkin dilupakan saat berkumpul bersama 27 orang delegasi dari 18 negara.

“Kami bersama-sama mengunjungi Arizona State University, salah satu universitas sains terbaik di Amerika, di sana ada pengenalan solar system, pengenalan robot-robot, dan sebagainya,” kisahnya.

“Terus ke Botanical Garden untuk mempelajari tentang ragam Kaktus yang paling tua, dari seluruh dunia. Termasuk ke museum-museum untuk mempelajari tentang kultur Amerika, dari mulai pakaian, rumah, sampai adat-istiadat. Kita juga ke MIM (museum instrument music), di dalamnya dapat ditemukan alat musik dari seluruh dunia, termasuk dari Indonesia,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here